TALUN, KABUPATEN CIREBON – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon turut andil dalam memastikan pelestarian nilai budaya dan pengembangan pariwisata masuk ke dalam skema tata ruang daerah. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran perwakilan dinas dalam rapat pembahasan Laporan Antara Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Losari Kabupaten Cirebon, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan strategis lintas sektor ini diselenggarakan secara terpadu di Ruang Rapat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Cirebon, Jalan Pangeran Cakrabuana No. 100, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon.

Dalam pemenuhan agenda teknis tersebut, Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon diwakilkan secara resmi oleh delegasi ahli dinas, yakni Bapak Iman Hermanto, M.Pd. (Pamong Budaya Ahli Muda) dan Bapak Bahrudin, S.E. (Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Pertama).

Mengintegrasikan Potensi Lokal ke dalam Dokumen Tata Ruang

Kawasan Perkotaan Losari yang berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah memiliki posisi geopolitik dan ekonomi yang sangat krusial. Oleh karena itu, penyusunan KLHS RDTR ini menjadi instrumen penting guna memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan dapat terintegrasi dengan baik ke dalam rencana tata ruang wilayah tersebut.

Kehadiran tim delegasi dari Disbudpar Kabupaten Cirebon bertujuan untuk mengawal kepentingan strategis kebudayaan dan pariwisata di Kecamatan Losari. Langkah pengawalan ini difokuskan pada beberapa aspek utama:

  • Pelestarian Cagar Budaya dan Situs Sejarah: Memastikan bahwa pemetaan ruang siber fisik di Perkotaan Losari tidak mengorbankan atau mendegradasi kawasan cagar budaya, kesenian lokal, serta situs-situs adat yang menjadi identitas historis masyarakat Cirebon.
  • Zonasi Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: Memberikan masukan konstruktif agar klaster industri kreatif dan zona pariwisata di kawasan perbatasan terakomodasi secara legalitas ruang, sehingga mampu memicu pertumbuhan ekonomi daerah tanpa merusak ekosistem lingkungan hidup sekitar.

Sinergi Lintas Sektor untuk Pembangunan Berkelanjutan

Rapat yang diprakarsai di lingkungan Dinas PUTR ini berjalan secara interaktif dengan melibatkan masukan teknis dari berbagai Perangkat Daerah, tim ahli, serta instansi sektoral terkait lainnya. Komunikasi multi-arah ini menegaskan pentingnya menyeimbangkan laju pertumbuhan industri di Losari dengan daya dukung lingkungan dan pelestarian kearifan lokal.

Melalui kontribusi aktif dari unsur kebudayaan (Pamong Budaya) dan kepariwisataan (Adyatama) dalam forum KLHS RDTR ini, diharapkan dokumen rencana detail tata ruang Perkotaan Losari ke depan tidak hanya kokoh dari sudut pandang infrastruktur fisik dan ekonomi, melainkan juga akomodatif terhadap perlindungan identitas budaya serta kemajuan pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Cirebon. (Humas Disbudpar Kabupaten Cirebon)