JAKARTA, TAMAN ISMAIL MARZUKI – Seni budaya khas Kabupaten Cirebon kembali berhasil menembus dan memukau panggung megah Ibu Kota. Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, S.E., dengan didampingi langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Bapak Fajar Sutrisno, S.Si., menghadiri pagelaran akbar Pertunjukan Sandratari Musikal bertajuk "SANG KALA: NYIMAS GANDASARI".

Pertunjukan spektakuler yang mengusung konsep Broadway Meets Cirebon ini diproduksi oleh Yayasan Prima Ardian Tama dan diselenggarakan di teater bergengsi Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.

Perpaduan Epik Seni Tradisional dan Modern Klasik

Pagelaran sandratari musikal "SANG KALA: NYIMAS GANDASARI" ini mengisahkan ketangguhan, heroisme, serta spiritualitas sosok pahlawan wanita legendaris asal Cirebon, Nyimas Gandasari. Nuansa sejarah babad Cirebon tersebut dikemas secara apik melalui konsep pertunjukan modern kelas dunia bergaya teater Broadway, namun tetap mempertahankan keaslian esensi seni tradisional Cirebon, seperti penggunaan topeng, ornamen mega mendung, hingga aransemen musik lokal yang megah.

Kehadiran Wakil Bupati Cirebon bersama Kepala Disbudpar di bangku penonton kehormatan menjadi bentuk dukungan konkret dan apresiasi tertinggi dari Pemerintah Kabupaten Cirebon terhadap pemajuan kebudayaan daerah di kancah nasional.

Apresiasi dan Kebanggaan Pemerintah Daerah

Di sela-sela kegiatan, Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman, S.E., menyatakan rasa takjub dan bangganya atas dedikasi para seniman dan pihak penyelenggara yang berhasil membawa seni pertunjukan Cirebon ke level yang lebih tinggi.

"Ini adalah momentum luar biasa di mana sejarah dan kearifan lokal Cirebon mampu dikemas dengan standar pertunjukan modern internasional tanpa kehilangan jati dirinya. Kami sangat mengapresiasi Yayasan Prima Ardian Tama yang telah mempertemukan budaya Cirebon dengan konsep Broadway di panggung megah Graha Bhakti Budaya ini," ujar Agus Kurniawan Budiman.

Sejalan dengan Wakil Bupati, Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, S.Si., menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi role model penting dalam strategi diplomasi budaya dan promosi pariwisata daerah.

"Nyimas Gandasari bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan simbol kekuatan budaya yang kita miliki. Pertunjukan di Taman Ismail Marzuki ini membuktikan bahwa seni tradisi Cirebon sangat adaptif, dinamis, dan memiliki daya tarik universal yang luar biasa bagi penikmat seni di tingkat nasional bahkan global," ungkap Fajar Sutrisno.

Dorong Kebangkitan Industri Kreatif Cirebon

Melalui kesuksesan pementasan sandratari musikal ini, Pemkab Cirebon melalui Disbudpar berkomitmen untuk terus memfasilitasi, membina, dan membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi para pelaku ekonomi kreatif dan seniman lokal. Sinergi dengan berbagai yayasan kebudayaan seperti Yayasan Prima Ardian Tama diharapkan dapat terus terjalin demi melahirkan karya-karya inovatif baru yang mampu mengangkat potensi pariwisata berbasis budaya (cultural tourism) Kabupaten Cirebon di masa depan. (Humas Disbudpar Kabupaten Cirebon)