SUMBER, KABUPATEN CIREBON – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon melalui Bidang Kebudayaan resmi menggelar Seminar Kajian Koleksi Museum. Kegiatan strategis yang berfokus pada penguatan literasi sejarah lokal ini dibuka langsung oleh Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Bapak Fajar Sutrisno, S.Si., pada Kamis, 25 Juni 2026.
Dalam pembukaan agenda tersebut, Kepala Dinas turut didampingi oleh Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Cirebon, Bapak Raden Muhammad Al Bana, S.Pd., M.Pd. Pelaksanaan seminar ini menjadi bagian dari komitmen dinas dalam memasyarakatkan museum serta mengkaji lebih dalam nilai-nilai historis yang terkandung pada setiap benda pusaka warisan leluhur Cirebon.
Gandeng 125 Peserta dari Unsur Pendidik dan Akademisi
Guna memastikan transformasi ilmu dan hasil kajian sejarah dapat tersampaikan langsung ke ranah edukasi formal, seminar ini melibatkan elemen-elemen kunci dalam dunia pendidikan. Tercatat sebanyak 125 orang peserta hadir memadati ruang pertemuan. Komposisi peserta tersebut terdiri dari:
- Guru Seni Budaya se-Kabupaten Cirebon.
- Guru Bahasa Daerah (Bahasa Cirebon) dari berbagai tingkatan sekolah.
- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) yang merepresentasikan generasi muda akademis.
Kombinasi peserta ini sengaja dirancang agar kajian permuseuman tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademis, melainkan dapat diimplementasikan menjadi materi pembelajaran yang menarik di dalam kelas serta memicu riset-riset lanjutan di tingkat perguruan tinggi.
Museum Sebagai Pusat Peradaban dan Edukasi
Dalam sambutan pembukaannya, Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Bapak Fajar Sutrisno, S.Si., menekankan bahwa museum jangan hanya dipandang sebagai tempat penyimpanan benda kuno yang pasif.
"Museum adalah rangkuman hidup dari peradaban masa lalu kita. Melalui Seminar Kajian Koleksi ini, kita ingin setiap artefak dan koleksi yang ada mampu 'berbicara' dan menceritakan nilai luhurnya kepada generasi hari ini. Peran para guru seni, bahasa, dan rekan-rekan mahasiswa sangat krusial sebagai penyambung lidah sejarah tersebut," ujar Fajar Sutrisno.
Senada dengan hal itu, Kepala Bidang Kebudayaan, Bapak Raden Muhammad Al Bana, S.Pd., M.Pd., menambahkan bahwa kajian mendalam terhadap koleksi museum secara berkala sangat penting untuk memperkuat validitas sejarah lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
"Kami berharap melalui sinergi bersama para pendidik dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon ini, koleksi-koleksi museum kita dapat dikaji dari berbagai sudut pandang—baik dari nilai estetikanya, fungsi sosialnya di masa lalu, hingga aspek bahasa daerah yang melekat pada sejarahnya," pungkas Raden Muhammad Al Bana.
Melalui seminar ini, Disbudpar Kabupaten Cirebon berharap fungsi museum sebagai lembaga edukasi, penelitian, dan rekreatif dapat berjalan optimal, sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap identitas budaya asli daerah.