SUMBER, Disbudpar – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan warisan tradisi lokal. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, Ibu Juju Juhaeriyah, S.IP., M.A.P, yang hadir secara resmi mewakili dinas dalam kegiatan Tradisi Rebo Wekasan Buyut Pangeran Pasarean, bertempat di Kelurahan Gegunung, Kecamatan Sumber.

Kegiatan adat yang rutin dilaksanakan pada hari Rabu terakhir di bulan Safar dalam penanggalan Hijriah ini berlangsung dengan khidmat dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat sekitar serta para peziarah.

Wujud Rasa Syukur dan Doa Tolak Bala

Tradisi Rebo Wekasan di situs Keramat Buyut Pangeran Pasarean merupakan salah satu kearifan lokal Cirebon yang kaya akan nilai spiritual, sejarah, dan sosial. Selain sebagai sarana kirab budaya dan doa bersama untuk memohon keselamatan serta terhindar dari segala bencana (tolak bala), tradisi ini juga menjadi simbol perekat tali silaturahmi antarwarga.

Situs Buyut Pangeran Pasarean sendiri memiliki rekam jejak sejarah yang kuat dalam sejarah Cirebon, sehingga pelaksanaan tradisi tahunan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan dan keluhuran budi para leluhur.

Komitmen Pelestarian Wastra dan Tradisi

Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Disbudpar Kabupaten Cirebon, Ibu Juju Juhaeriyah, S.IP., M.A.P, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para tokoh adat, pengelola situs, serta seluruh masyarakat Kelurahan Gegunung yang secara konsisten terus merawat warisan budaya ini.

"Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Disbudpar terhadap pelestarian tradisi dan nilai-nilai kearifan lokal. Rebo Wekasan di Buyut Pangeran Pasarean bukan hanya ritual keagamaan dan adat, melainkan juga potensi warisan budaya takbenda (living heritage) yang patut kita jaga bersama agar tidak tergerus zaman," ungkap beliau.

Beliau juga menambahkan bahwa keberadaan situs-situs bersejarah seperti Buyut Pangeran Pasarean memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan wisata sejarah dan budaya di wilayah Kecamatan Sumber khususnya, serta Kabupaten Cirebon pada umumnya.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama serta pembagian air doa dan makan bersama (ngirab/sedekah bumi) sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur kepada Allah SWT. (Tim Humas Disbudpar)