Cirebon, 29 Juni 2026 – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon menyelenggarakan Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Pangeran Cakrabuana dengan tema "Gamelan atau Gong Renteng Cirebon" pada Senin, 29 Juni 2026, bertempat di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan hasil kajian koleksi Museum Pangeran Cakrabuana sebagai pusat edukasi, penelitian, dan penguatan identitas budaya Kabupaten Cirebon.

Seminar secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, Bapak Fajar Sutrisno, S.Si. Dalam sambutannya beliau menegaskan bahwa museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, penelitian, dan pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan kepada generasi penerus.

"Kajian terhadap koleksi museum merupakan langkah strategis dalam mendokumentasikan sekaligus memperkuat pemahaman masyarakat terhadap warisan budaya Kabupaten Cirebon. Melalui seminar ini diharapkan hasil kajian dapat menjadi referensi ilmiah sekaligus mendorong tumbuhnya kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah," ujar Fajar Sutrisno.

Kegiatan seminar menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas di bidang seni musik tradisional, akademik, serta praktik kesenian.

Narasumber pertama, Dr. Suhendi Afriyanto, S.Sn., M.Sn., menyampaikan materi mengenai nilai historis, estetika, dan perkembangan Gamelan atau Gong Renteng Cirebon dalam perspektif akademik dan penciptaan musik. Beliau dikenal sebagai Komposer versi Broadcast Music Inc. (BMI) New York sejak tahun 1989, yang telah menghasilkan sekitar 60 karya komposisi musik, ilustrasi tari, teater, dan film, serta berperan sebagai Asesor Kompetensi Bidang Seni Musik LSP P2 Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Dalam paparannya, beliau menjelaskan bahwa Gong Renteng merupakan salah satu identitas musikal masyarakat Cirebon yang memiliki karakter bunyi, struktur penyajian, serta nilai filosofis yang khas dan perlu terus didokumentasikan melalui kajian ilmiah.

Materi berikutnya disampaikan oleh Bapak Waryo Sela, S.Sn., seorang seniman karawitan yang telah lama mengabdikan diri dalam pelestarian seni tradisional Cirebon. Beliau pernah menjadi tenaga pengajar Seni Budaya di SMKI Pakungwati Yayasan Keraton Kasepuhan Cirebon hingga tahun 2008, sekaligus masih aktif sebagai pengrawit gamelan di lingkungan Keraton Kasepuhan Cirebon. Sejak tahun 2001 hingga 2025 beliau juga mengajar Seni Budaya di SMA Islam Al Azhar 5 Cirebon. Dalam penyampaiannya, Waryo Sela mengulas sejarah perkembangan Gong Renteng, teknik permainan, fungsi dalam berbagai upacara adat, serta perannya sebagai media pewarisan nilai budaya kepada generasi muda.

Sementara itu, Mas Ade Mulyana, sebagai praktisi dan pemain Gamelan/Gong Renteng, memberikan penjelasan dari sisi praktik pertunjukan. Ia memperagakan karakteristik permainan Gong Renteng serta menjelaskan bagaimana alat musik tersebut tetap hidup di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan kesenian, pertunjukan budaya, hingga tradisi masyarakat Cirebon.

Jalannya seminar dipandu oleh Ibu Lisna Novita, M.Sos., dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC). Dengan keahlian di bidang komunikasi mitigasi bencana, public speaking, media digital, serta hukum dan etika pers, moderator mampu mengarahkan diskusi menjadi interaktif sehingga peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pentingnya pelestarian Gong Renteng sebagai salah satu warisan budaya Cirebon.

Seminar diikuti oleh Guru Seni Budaya, Guru Bahasa Daerah, serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC). Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari pemaparan materi hingga sesi diskusi dan tanya jawab yang membahas sejarah, filosofi, teknik permainan, serta strategi pelestarian Gamelan atau Gong Renteng di era modern.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon, Bapak Raden Moh. Al Bana, S.Pd., M.Pd., yang mendampingi Kepala Dinas selama pelaksanaan seminar. Kehadiran jajaran pimpinan Dinas menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Cirebon dalam memperkuat fungsi museum sebagai pusat kajian, edukasi, konservasi, dan diseminasi informasi kebudayaan kepada masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Seminar Hasil Kajian Koleksi Museum Pangeran Cakrabuana tentang Gamelan atau Gong Renteng Cirebon, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon berharap hasil kajian yang telah disusun dapat menjadi referensi ilmiah bagi akademisi, peneliti, pelaku seni, guru, mahasiswa, maupun masyarakat luas. Selain itu, seminar ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran kolektif akan pentingnya melestarikan warisan budaya sebagai identitas daerah, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Cirebon sebagai salah satu pusat kebudayaan yang kaya akan tradisi seni karawitan di Indonesia.